Expedisi Gunung Semeru bersama Himpala (Himpunan Penikmat Alam)
Bidikan Mahameru dari Kalimati
Expedisi Gunung Semeru Bersama Himpala (Himpunan Penikmat Alam)
Gunung Semeru adalah Gunung yang masih aktif tertinggi di Pulau Jawa, dengan puncaknya Mahameru 3676 mdpl. Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko. Di perlukan waktu minimal empat hari untuk pendakian ke puncak Gunung Semeru pulang pergi.
Hari pertama
Rabu 28 Juli 2010
Dari terminal Bungurasih Surabaya aku naik bus ekonomi menuju terminal arjosari malang dengan tarif 10ribu rupiah di sambung lagi naik angkot warna putih tarif 5ribu hingga pasar Tumpang. Disini aku ketemu bang Matze dan seluruh panitia Himpala (Himpunan Penikmat Alam). setelah semua siap, kami langsung bertolak menuju Ranu Pane, tapi sebelumnya kami mampir di Gubugklakah guna mengurus administrasi masuk kawasan BTNBTS Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Di Ranu Pane desa terakhir kaki Gunung Semeru terdapat pos pemeriksaan juga warung dan pondok untuk para pendaki. Di pos ini kita mendapati dua buah danau yaitu Ranu Pani dan Ranu Regulo yang terletak pada ketinggian 2200 mdpl.
Persiapan pendakian Gunung Semeru di Ranu Pane
Hari kedua
Kamis 29 Juli 2010
Jam 09.10 setelah melewati gapura "selamat datang" perhatikan terus ke kiri ke arah bukit, jangan mengikuti jalanan yang lebar ke arah kebun penduduk. Selain jalur yang biasa dilewati para pendaki, juga ada jalur pintas yang digunakan pendaki lokal, jalur ini sangatlah curam.
Jalur awal landai, menyusuri lereng bukit yang didominasi dengan tumbuhan cemara. Banyak terdapat pohon tumbang, dan ranting-ranting di atas kepala.
Setelah berjalan sekitar 5 Km menyusuri lereng bukit lalu akan sampai di Watu Rejeng. Disini terdapat batu terjal yang sangat indah. Pemandangan sangat indah ke arah lembah dan bukit-bukit, yang di tumbuhi hutan Cemara dan Pinus. Kadang kala dapat menyaksikan kepulan asap dari puncak Semeru. Untuk menuju Ranu Kumbolo masih harus menempuh jarak sekitar 5 Km lagi.
Di Ranu Kumbolo bersama Himpala (Himpunan Penikmat Alam)
Ranu Kumbolo Jam 14.30
Di Ranu Kumbolo kami langsung mendirikan tenda, juga terdapat pondok pendaki (Shelter). Terdapat danau dengan air yang bersih dan memiliki pemandangan yang indah terutama di pagi hari dapat menyaksikan matahari terbit di selah-selah bukit. Banyak terdapat ikan, kadang burung Belibis liar. Ranu Kumbolo berada pada ketinggian 2400 Mdpl.
Ranu Kumbolo is the best
Hari Ketiga
Dari Ranu Kumbolo sebaiknya menyiapkan air sebanyak mungkin. meninggalkan Ranu Kumbolo kemudian mendaki bukit yang terjal orang menyebutnya tanjakan cinta konon bila melintasi bukit ini tanpa menoleh ke belakang akan terkabul kisah cintanya. katanya siihh...
Tanjakan Cinta
Di depan bukit terbentang Padang Savana yang luas juga di sebut Oro-Oro Ombo.
Padang Savana atau Oro-Oro Ombo
Oro-Oro Ombo di kelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput yang luas dengan lereng yang di tumbuhi pohon cemara seperti di Eropa Wooww Keren...!!
Base Camp Ranu Kumbolo
Selanjutnya memasuki hutan cemara dimana sering di jumpai tumbuhan Edelweiss, buah Arbey, buah Cipluk, aku bersemangat memetik dan memakannya untuk tambahan energi yang terkuras, daerah ini disebut Cemoro Kandang.
Cemoro Kandang
Berikutnya melewati Jambangan dan terus menuju pos Kalimati. Di Kalimati kami mendirikan tenda untu beristirahat. pos ini berupa padang rumput luas di tepi hutan cemara, terdapat mata air Sumber Mani ke arah barat turun menelusuri pinggiran hutan Kalimati dengan menempuh jarak k 1 jam pulan pergi.
Jambangan
Narsis dulu di Jambangan
Hari Keempat
Sabtu 30 Juli 2010
Dari Kalimati pukul 23.40 malam kami berlanjut menuju Arcopodo berbelok ke arah timur berjalan sekitar 500 m, kemudian berbelok ke kanan sedikit menuruni padang rumput Kalimati. Arcopodo sekitar 3-4 jam dari kalimati melewati hutan cemara yang sangat curam dan terjal, dengan tanah yang mudah longsor dan berdebu.
Pos Kalimati
Arcopodo dapat digunakan untuk berkemah, tapi kondisi tanahnya kurang stabil dan sering longsor.
Arcopodo adalah wilayah vegetasi terakhir di gunung Semeru, selebihnya melewati bukit pasir. Dari Arcopodo menujuk puncak Semeru di perlukan waktu 3-4 jam, melewati cemoro tunggal bukit pasir yang sangat curam dan mudah merosot. sebagai panduan perjalanan, di jalur ini juga terdapat bendera segitiga kecil merah. semua barang bawaan sebaiknya tinggal di Arcopodo atau Kalimati, pendakian menuju puncak Semeru di lakukan dini hari.
Mahameru On Top
Puncak Mahameru
Ini yang pertama kali aku menginjakkan kakiku di puncak tertinggi di pulau jawa Puncak Gunung Semeru / Mahameru. Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar, suhu dingin angin bertiup kencang terkadang membawa gas beracun dari kawah Jonggring Saloka. Terjadi letusan wedhus gembel setiap 15-30 menit pada puncak gunung Semeru yang masih aktif.Suhu di puncak Mahameru berkisar 4-10 derajat celcius, pada puncak musim kemarau minus 0 derajat celcius, dan di jumpai kristal-kristal es. Material yang keluar pada setiap letusan berupa abu, pasir, kerikil, bahkan batu-batu panas menyala yang sangat berbahaya apabila pendaki terlalu dekat.
Puncak Mahameru 3676 Mdpl bersama Himpala
Setelah puas menikmati keindahan gunung Semeru di puncak, kami langsung kembali turun menuju kalimati karena tak tahan dengan cuaca dingin serta angin begitu kencang membuat badanku menggigil bercampur lelah. Sebelum menuju Ranu Kumbolo kami packing meninggalkan pos kalimati tak lupa berdoa dan selanjutnya langsung cabut ke Ranu Kumbolo hingga waktu maghrib.
Hari Kelima
Minggu 1 Agustus 2010
Pagi yang cerah kabut dingi menyelimuti Ranu Kumbolo membuat danau mengepul seperti air hangat yang baru di rebus. untuk meramaikan suasana, tim panitia himpala juga memberikan perlombaan berupa tarik tambang, pasang tali sepatu, renang, dan juga door prize hingga waktu siang kembali packing melanjutkan perjalanan ke ranu pane hingga pukul 19.00 Wib.
Mandi biar seger di Ranu Kumbolo
Hari Keenam
Senin 2 agustus 2010
Pagi-pagi mencari kehangatan sinar mentari sambil menunggu mobil jeep hardtop sewaan untuk kemudian menuju perjalanan pulang melalui pasar tumpang. Di pasar tumpang, aku berpisah dengan teman-teman Himpala karena mereka lanjut ke arah Jakarta menggunakan jasa kereta api, sedangkan aku ke arah surabaya menggunakan bus via terminal Arjosari hingga pukul 16.30 udah transit di rumah.
Alhamdulillah pendakianku bersama teman-teman Himpala terlampaui dengan selamat meskipun ada sedikit kendala dalam diriku ( gak bisa tidur slama enam hari enam malam ) maklum kedingingan Boss... semoga pendakianku bersama Himpala tidak berakhir disini dan masih berlanjut mensyukuri nikmat yang maha kuasa amieen ya rabbal alamien..!!
Thanks To
1. Allah Swt atas karuniamu yang begitu besar dan betapa kecilnya kita untuk menggapai ciptaanmu
2. Resort Ranu Pane, BTNBTS yang telah memberikan ijin pendakian Gunung Semeru
3. Seluruh panitia Himpala (Himpunan Penikmat Alam) khususnya bang Matze, Abley, Aji, Qinoy dan semua yang belum di sebut namanya.
4. Peserta Himpala yang membantu saya menemani pendakian, Mas doel, Fian, Ongky, Lukman, dan laen laen yang belum di sebut namanya.
Surabaya, 11 Agustus 2010
Penulis
Muklis Nurudin















pertanyaannya adlh,, kenapa ada pohon cemara????