Mendaki Puncak Di Gunung Penanggungan
Edelweiss Adventure
Gunung Penanggungan Via Trawas
Pendakian Bersama arek2 Banjar Pertapan Taman . . . . .
Sabtu, 14/april/2009
Sore jam 16:30 wib, Setelah berkumpul dan packing perlengkapan pendakian, kami mulai berangkat dengan rute : Taman – Krian – Mojosari – Trawas - Jolotundo. Dalam perjalanan aku geser ke sebuah toko di sekitar Mojosari untuk membeli keperluan logistic sebagai bekal pendakian nanti. Rencana awal kami mendaki penanggungan dengan jalur jolotundo, tapi karena tak seorangpun dari kami yang tahu dengan jalur yang dilewati, maka kami hanya mondar-mandir bermain sejenak di jolotundo, malam ini sangat sepi, tak satupun pendaki yang menggunakan jalur ini. Akhirnya kami langsung kembali menuju Trawas.
Awal Pendakian . . . . .
Pukul 20.30, setelah Kami parkir motor di rumah warga sekitar kami memulai start pendakian awal melewati depan kampus ubaya, kemudian berjumpa dengan jalan makadam agak landai memang, kanan kiri merupakan ladang penduduk yang ditanami jagung, singkong, pisang, kadang-kadang ada lombok, dll. Lama-kelamaan jalur yang lebar mulai mengecil dan berubah menjadi jalan setapak. Bila mendaki pada waktu malam, kita mesti hati-hati dengan jalurnya karena banyak bercabang dan tak jarang pendaki tersesat, kamipun bertiga sempat tersesat, . . . . beruntung tidak terlalu jauh, cuman 30menit, tapi cukup melelahkan. Akhirnya kami menemukan jalur sebenarnya, kamipun langsung bersemangat mendaki dengan treck yang menanjak. Sepanjang jalur pendakian kami tidak menjumpai pohon-pohon besar yang bisa menambah gelapnya suasana malam hari. Mungkin Gunung Penanggungan salah satu korban pembalakan hutan liar dari manusia2 yang tidak mau melestarikan alamnya (yang aku tahu), sayang sekali . . . . mudah2an manusia sadar atas perbuatannya . . . . jangan merusak lingkungan. Selepas jalur ngetreck, kami memasuki lorong-lorong tak berujung lumayan panjang, lorong ini lebih ngetreck daripada jalur sebelumnya. Ditengah-tengah lorong kami bertiga sempat berhenti melihat ke belakang menikmati indahnya gemerlap lampu kota tretes sekedar untuk menghilangkan rasa capek yang menusuk tulang-tulang kaki kami.
Pukul 23.30, Setelah melewati lorong-lorong cukup panjang, kami telah sampai di bumi perkemahan, Di tempat ini telah berdiri tenda-tenda sebelum kami tiba, terlihat ada beberapa pendaki sedang membakar api unggun kecil. Kami langsung mencari tempat untuk mendirikan tenda, bumi perkemahan ini berupa dataran yang lapang tidak ada pohon tinggi menjulang ke langit, hanya di dominasi padang rumput yang luas. Kami langsung mendirikan tenda berukuran 210 x 210, kemudian memasak dengan menu ala kadar yaitu mie goreng instant serta kopi manis untuk menghangatkan badan kami yang kedinginan, cukup lama kami memasak hampir sejam, atau karena angin berhembus kencang dari arah timur laut yang menyebabkan nyala api tidak sempurna. Suasana malam yang dingin disertai hembusan angin kencang yang di terangi dengan sinarnya bulan purnama benar-benar menjadi pemandangan yang menakjubkan buatku, aku melihat dibalik tenda kami mengerucutlah puncak bayangan, Gunung Penanggunggan tampak kokoh berdiri. sungguh luar biasa Allah menciptakan alam beserta isinya. Di tempat luas ini sering di gunakan para pendaki sebagai tempat break sejenak sebelum mendaki ke puncak.
Menuju Puncak melewati Goa . . . .
Pukul 04.10, pagi aku berangkat mendaki ke puncak penanggungan sendirian tanpa di dampingi teman2ku yang lain, karena aku sama sekali belum pernah ke puncak, maka aku bergabung dengan team lain yang berjumlah 5 pendaki. Jalur menuju puncak penanggungan berbeda dengan jalur sebelumnya. Perjalanan ke puncak melewati padang rumput, lebih berat lagi tanjakannya. Jalur ini terbagi 2 jalur (kanan dan kiri) jalur yang kanan berupa jalanan tanah dan jalur yang kiri berupa batuan besar bersilangan, tapi saya tertarik menggunakan jalur tanah. Sunrise belum menunjukkan tanda-tanda sinarnya, angin berhembus kencang, sesekali aku berhenti menoleh ke sebelah kanan memandangi indahnya gemerlap kota. Tak terasa aku telah sampai di dekat goa botol entah berapa lama lagi aku harus nyampe di puncak Penanggungan. Perjalanan ke puncak berhadapan dengan bebatuan besar, benar-benar terjal, diiringi suara angin yang menderu-deru akupun terus mendaki mengejar sunrise di puncak.
Puncak Penanggungan (1659 Mdpl)
Pukul 05.15, gak peke lama dari goa, aku sudah menginjakkan kaki di puncak Penanggungan alhamdulillah . . . . Sunrise yang aku tunggu2 kini mulai tampak indah subhanallah . . . . sungguh luar biasa karunia yang engkau berikan . . . hari ini aku bisa menghirup udara sejukmu sepuasnya, menikmati keindahanmu sepuasnya, disertai angin kencang pendaki lain telah mengikat kibarkan plastik ala sang saka merah putih di ujung bambu. Banyak pendaki yang sudah tiba di puncak, suasana rame sejuk, segar. Setelah lega berada di puncak, aku mulai turun meninggalkan puncak, perlahan-lahan dan hati-hati, kalo enggak bisa bahaya tergelincir dan jatuh di bebatuan. Ragaku terasa lemas, letih, lapar, haus, kakiku terasa sakit sampe2 menusuk ke tulang. Matahari semakin panas tanpa henti aku berjalan menuju tempat ngecamp.
Pukul 06.45
Temen2ku telah menunggu aku di basecamp agar segera packing dan kembali turun gunung, tidak ada banyak cerita yang aku ceritakan, cuma harus melewati tanjakan-tanjakan terjal waktu kemarin kami daki (naik ngos-ngos’an turun ya ngos-ngos’an . . . nafas cekak) cuma perbedaannya meskipun ngos-ngos’an tapi lancar gak seperti mendaki, pelan . . . pelan . . . yang penting sampai bawah dan akhirnya kami bertiga selamat sampai bawah . . . . dan semoga pendakianku ini akan terulang lagi tahun-tahun mendatang.
Saran :
1. Jangan meremehkan gunung penanggungan meski tampak ukuran tidak terlalu tinggi (1659 Mdpl).
2. Sepanjang jalur pendakian tidak di temukan sumber mata air, harus bawa air sebanyak-banyaknya dari awal pendakian.
Thank’s to:
1. Taqim, yang telah memberi petunjuk di awal pendakian kami
2. Adi santoso, yang mau menemani perjalanan meskipun hanya di basecamp doank
3. Agung Sugiarto, kalo mendaki harus berbadan sehat syarat mutlak
Edelweiss Adventure . . . . . > > > Read More..
